Sinar matahari pagi menembusi celah-celah ilalang, berkasnya berpendar keemasan ketika menyentuh permukaan telaga. Di sana hiduplah sebuah keluarga itik, mereka suka menyusuri tepian telaga untuk mencari ikan atau moluska kecil. Tersebutlah seekor anak itik yang terasing dari kawanannya. Itik yang lain biasa memangglnya “buruk rupa”.
Memang secara fisik itik malang itu berbeda dengan lainnya. Bulunya yang pucat kusam serta paruhnya yang panjang dianggap menyalahi kodrat bangsa itik. Itik seharusnya bertubuh mungil dengan bulu kecoklatan dan paruh lebar.
“Pergi!! Jangan mengikuti kami terus, jelek!” seru seekor itik normal kepada itik yang aneh itu (ini udah ditranslate dari bahasa itik loh)..
“tapi..tapi..apa salahku..” jawab itik malang sambil terisak
“Wooii..nyadar donk..mukamu aja udah salah!” ujar itik yang lain yang disambut derai tawa riuh itik-itik normal yang lain, “kwakwkwkwkwk..”
Sampai suatu saat itik kesepian tersebut memutuskan untuk pergi meninggalkan telaga. Ia pun berenang tak tentu arah, menyisir aliran sungai yang bermuara ke laut.Akhirnya ia tiba di dekat jembatan tua, dari atas jembatan tersebut biasanya para warga sekitar melepas penat sembari memandang keindahan adam musim panas.
Dari kejauhan si itik terbuang ini melihat sekawanan burung undan yang sangat anggun. Mereka bercengkrama diatas riak sungai, sesekali terbang rendah dan menyekop ikan dengan paruh panjangnya. Tentunya para warga berdecak kagum dan memberikan applause meriah buat atraksi undan nan cantik itu.
Itik malang hanya bisa menatap dengan mata berbinar, “indahnya..berasa damai ketika melihat mereka. Ingin rasanya menjadi komunitas dari burung undan..” pikirnya, “Ah..tapi mana mungkin, mereka pasti tidak mau menerima itik buruk rupa seperti aku..”
Setelah bergumul sekian lama akhirnya sang itik nekad mendatang kawanan undan tersebut. Ia ga peduli bakal dijauhi atau bahkan disambut dengan ketokan paruh undan di kepalanya. Ia pun berenang dengan gemetar kearah kumpulan burung undan.
“Ha..halo..boleh aku bergabung dengan kalian?” sapa itik kucel itu dengan lirihnya. Hening. Tanpa jawaban.
“Ah mungkin mereka malu untuk sekedar menanggapiku,” pikirnya kemudian. Mulanya sang itik hendak mengurungkan niatnya mendekati kawanan undan, tapi anehnya justru para undan menundukkan leher jenjang mereka sambil memberi jalan, seakan menaruh respek yang amat tinggi kepada itik kucel tersebut.
Seakan bermimpi ketika si itik melihat pantulan bayang dirinya diatas permukaan air. Ternyata ia tidak menyadari bahwa sebenarnya ia adalah seekor burung undan! Kehadirannya membuat takjub para warga yang menyaksikan, “Woow..lihat itu burung undan yang paling cantik diantara yang lain!!” seru salah seorang penonton setia undan show ketika melihat sang itik buruk rup.. (eh maaf) yang ada sekarang adalah burung undan yang paling indah, anggun dan rupawan..
Sobat teens, narasi diatas diambil dari salah satu fairy tale terlaris karangan H.C. Anderson, “The ugly duckling” atau “Anak itik buruk rupa” (dengan banyak penyesuaian karakter tentunya, he..) Serasa baru kemarin membacanya, padahal udah belasan taon lampau di perpustakaan tua SD ku dulu (jadul bgt ya)..
Nah dari situ aku dapat pelajaran berharga tentang citra diri kita. Dunia kerapkali mengintimidasi kita karena kita berbeda dari mereka, ibarat burung undan yang hidup diantara kawanan itik.
“Berdoa? Baca alkitab? Hari genee?? Ga usah sok suci dehhh..”
“Mana mungkin Tuhan sayang sama anak nakal sepertimu. Mimpi kaleee..”
“Situ ok mau melayani Tuhan? Emang punya kelebihan apaan?? Jangan ngarep deh..”
Dan banyak lagi opini dunia yang bikin kita makin jauh dari Tuhan. Guys, jangan mau diprovokasi iblis. Hidup kita sangatlah berharga bagi Dia. Ga peduli seberapa jatuh dan berdosanya kita, jangan harap Tuhan bisa meninggalkan atau melupakan kita.
So, temukan sodara2 “burung undan” kalian, yaitu sodara2 seiman yang bisa saling menguatkan dan membangun dalam persekutuan. Teruslah bertekun dalam rencana Tuhan. Hingga saatnya nanti kita boleh bangga mendapat predikat sebagai rekan sekerja Nya yang setia!
Damai buat kita..