Dear Jesus..
Jesus, makasih...
Buat semua hal yang udah Engkau lakuin dalam kehidupanku...
makasih banyak buat kasihMu yang tiada batasnya,..
Engkau yang terus setia kepadaku dengan semua janji-janjiMu, padahal aku tak pernah ada buatMu..
bahkan sedetikpun ku tak ingat Engkau...
Maaf, aku nggak pernah datang waktu Engkau memanggilku...
Maaf,.. aku selalu memberi beribu-ribu alasan untuk menghindar dariMu ketika Engkau mengundangku untuk hadir...
Maaf Jesus, aku tak pernah mau untuk merespon setiap panggilan rinduMu akan hadirku..
Dulu aku terlalu sibuk Jesus,..
aku terlalu cuek untuk mau berhenti sejenak dan menoleh kepadaMu..
waktu itu, begitu banyak orang yang kuharapkan memberikan kasihnya kepadaku, dan aku tak mau menerima kasih yang Kau berikan dengan cuma-cuma..
begitu banyak cerita yang ingin kuceritakan, namun ku tak menemukan tempat untuk berbicara dengan jujur dan terbuka, padahal waktu itu Engkau ada di sisiku setiap saat, siap untuk mendengarkanku..
Dulu aku mencari 'sosok' yang bisa kuandalakan..
'sosok' dimana aku menemukan figur ayah, koko, sahabat, teman, bahkan 'sosok' yang bisa menenangkan hatiku..
Terus dan terus aku mencari sosok yang bisa buatku merasa aman, merasa nyaman,..
merasa bahagia, tenang, dan diperhatikan..
Tempat ku bisa bermanja dan dimanja..
Jesus, ku sempat temukan 'sosok-sosok' itu..
waktu itu aku begitu bahagia dengan mereka..
aku menemukan 'sosok' yang melindungiku, memeperhatikanku, memanjakanku, menemaniku, membuatku tertawa, membuatku merasa berarti, membuatku merasa emnjadi orang yang spesial baginya,...
aku bahagia bersama dia waktu itu Jesus,..
bahkan, waktu itu aku berani berbohong untuk bersama dia,..
Hahahaha,.. lucu sekali aku dulu Jesus,.. melakukan segalanya untuk mempertahankan 'sosok' itu tetap ada dan dekat dalam hisupku..
aku sangat bersyukur kepadaMu Tuahn waktu itu,.. karena Engkau telah memeberikan 'sosok-sosok' yang kubutuhkan melalui mereka yang tiba-tiba muncul dalam kehidupanku...
Jesus, ingatkah Engkau waktu mamaku tiba-tiba sakit?????
waktu dia sudah tergeletak lemah di kursi ruang tamu ketika aku pulang dari sekolah. Dengan papa, Oma dan tetangga rumahku yang sudah mengelilingi mama??
waktu itu, semuanya terasa begitu menakutkan. Bayangan-banyangan aneh terus bermunculan dalam benakku..
bagaimana kalau nanti mama meninggal?? Bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku tanpa Mama??? Bagaimanadenagn sik-adikku???
Lalu aku menemukan 'sosok-soso' yang bisa membuatku tetap merasa nyaman. bertindak seakan-akan aku kuat. Padahal, Jesus, hatiku hancur, sedih yang tak terungkapakn..
Dengan kondisi mama ayang terus memburuk dan tak kunjung sembuh.
JEsus, apa Engkau masih ingat waktu Engkau kirimkan banyak hambaMu secara beruntun untuk memanggilku, namun aku terus menutup telingaku? Waktu itu aku masih mempertahankan 'sosok-sosok' yang ada dalam hidupku...
Aku lebih memilih dia yang berkata bahwa dia adalah sahabat sejatiku, juga dia yang mengaku menjadi ayah bagiku. bahkan juga dia yang terus memberikan perhatian lebih kepadaku...
next day, i will write with You again,..
my story, is continues