Skip to main content

Tidak seperti biasanya, ibundaku duduk dan mengelus-elus wajahku dengan sangat lebut. Padahal sebelumnya ibuku memarahiku dan mengatakan bahwa aku tidak berguna karena kondisi kedua mataku yang tidak normal. Tetapi segera saja perasaan minder akibat dari perkataan ibuku yang marah itu segera aku abaikan. Ya, apalagi memang ibuku sudah jujur mengatakan kondisiku yang memang tidak berguna.

Beberapa saat setelah ibuku duduk di sampingku, ia memujiku. Katanya, "wajahku sangat tampan". Aku bertanya, "apa artinya tampan?" Ibuku menjawab, "tampan artinya cakep, enak dilihat menggemaskan dan tidak membosankan". Lalu aku bertanya, "apa artinya cakep, enak dilihat menggemaskan dan tidak membosankan?" Ibuku menjawab, "seperti dirimu yang kamu rasakan." Lalu aku terdiam dan mengingat sebuah perkataan yang pernah kudengar ketika ibuku memuji kakak perempuanku yang yang mengatakan, "selamat pagi cantik" sewaktu kakakku itu bangun tidur. Aku kemudian melanjutkan pembicaraanku dengan ibuku, "Mami, pasti kakaku sangat cantik!" Ibuku menjawab, "ya karena ia perempuan, maka ia menerima pujian 'cantik'". Kemudian ibukku melanjutkan pembicaraanya, "karena kamu, Jeff, terlahir sebagai laki-laki, maka kamu berhak disebut 'cakep' dan kakakmu, perempuan berhak disebut 'cantik'. Meskipun Jeff terlahir dengan mata yang tidak normal, tetapi Jeff memiliki mata di dalam hati".

Ibuku selanjutnya memberikanku pelajaran tentang kecantikkan atau kegagahan seorang manusia. Ia bercerita seperti ini, "Di dunia ini banyak orang yang tidak puas dengan dirinya sendiri dalam hal kecantikan atau kegagahan seseorang. Karena merasa tidak puas dengan penampilannya, banyak orang, baik laki-laki atau perempuan mengubah penampilan mereka. Yang rambutnya hitam, dicat menjadi kuning atau coklat. Yang hidungnya pesek, dioperasi agar mancung. Yang kurang tinggi, ingin tinggi. Yang subur ingin kurus. Yang kurus ingin agak gendut. Yang kecil ingin menjadi agak besar, dan sebagainya."

Mami! Maafkan Jeff! Jeff benar-benar tidak mengerti apa yang sedang ibu katakan! Apa itu 'hitam', 'kuning', 'coklat' 'pesek', 'mancung', 'tinggi', 'subur', 'kurus', 'gendut', 'kecil' dan 'besar'? Ibuku terdengar diam. Beberapa saat kemudian dia kembali bersuara, katanya, "Ibu tidak bisa menjelaskan semuanya sekarang, tetapi nanti, setelah Jeff melihat, Jeff akan mengerti semuanya itu!" Aku menjawab, "dari semua ciri-ciri yang ibu perdengarkan ke Jeff, Jeff termasuk yang mana Mih?" Ibuku, menjawab, "rambutmu hitam, kulitmu kuning, hidungmu sedikit mancung, tubuhmu tinggi dan sehat, pada intinya, Jeff adalah laki-laki yang gagah." Aku, Jeff, terdiam sekejap seraya berpikir, "mata hatiku melihat bahwa aku, Jeff adalah seperti seseorang yang ibundaku katakan". Ibuku kemudian menutup pecakapan itu dengan mengatakan, "Kegagahan atau kecantikan bukan diihat dari penampilanmu, tetapi dari pengakuan hatimu sendiri. Hatimu adalah matamu yang mampu melihat dan menilai dirimu sendiri. 'Perkataanku keluar dari hati yang jujur, dan bibirku menyatakan dengan terang apa yang diketahui (bukan dilihat)'". Demikian perbincanganku dengan Ibuku tentang penampilan.

Topik

Keywords