Paling seneng kalo liat para remaja yang aktif melayani Tuhan. Gak kenal lelah, ceria, bergembira, dan dengan kemudaannya melakukan hal-hal yang nyenengin Tuhan.
Seperti beberapa minggu kemarin, aku liat remaja-remaja seperti itu di gereja. Mereka adalah anak-anak Tuhan yang melayani jadi guru sekolah minggu. Waktu itu ada acara Paskah anak-anak sekolah minggu. Guru-guru itu baik dan sabar sama anak-anak. Anak-anak juga keliatan antusias sekali waktu diajak memuji Tuhan -- bergoyang, bertepuk tangan, melompat-lompat -- juga ketika mendengarkan firman Tuhan, melukis telur, dan melakukan aktivitas lain selama perayaan berlangsung.
Tapi, ada satu hal yang mengganjal di hatiku waktu itu. Di antara guru-guru sekolah minggu itu ada seorang guru yang membuatku berpikir selama acara dan setelah acara bubar. Dia terlihat cantik dengan kaos ketat dan celana pensil yang lagi trend sekarang ini. Bukan! Bukan karena dia terlihat menarik. Apalagi ketika dia duduk di lantai menemani anak-anak bernyanyi atau melakukan aktivitas, celana di bawah puser dan kaos di atas pusernya tidak rapat menutup bagian tubuhnya. Hal itu cukup mengganggu!
Aku jadi bertanya-tanya, bagaimana dengan anak-anak layannya ya? Mereka kan belajar dari apa yang mereka lihat. Apalagi kalau dia adalah guru yang mereka idolakan. Bukannya maksudku menghakimi -- karena dibanding aku sendiri yang hanya jadi pengantar adik dan bukan seorang pelayan di gereja -- atau melarang orang berekspresi dengan penampilannya. Aku tahu Tuhan pasti tidak melihat orang dari bungkus luarnya saja. Tapi, pemandangan yang baru saja kulihat bikin aku prihatin. Mau dibawa ke mana anak-anak kecil polos itu. Melayani tapi seksi .... Bagaimana ini?