Kerinduan.
Kalo dipikir-pikir, rasa rindu adalah rasa
yang senang sekaligus sedih. Pernahkah kita merasakan rindu pada
seseorang? Pasti senang saat memikirkannya dan mengingat segala tingkah
lakunya. Tetapi sedih pula ketika harus mengetahui tidak akan bertemu
dengannya dalam beberapa waktu. Kerinduan dapat datang jika kita
mengenal orang itu, kemudian mengasihinya. Intinya kerinduan timbul
dari kasih.
Seperti itulah seharusnya kerinduan kita kepada
Tuhan yang begitu sangat mengasihi kita. Ia yang mengasihi manusia
sampai rela mati di atas kayu salib, masa Ia tidak rindu pada manusia
yang Ia kasihi?
Tuhan rindu agar kita datang kepadaNya dengan hati
yang tulus. Ia rindu agar kita selalu dekat denganNya, melalui
FirmanNya yang telah Ia nyatakan, melalui perbuatan ajaib yang telah Ia
tunjukkan. Ia rindu pada respon kita terhadap kasihNya.
Nah,maukah
kita mengabulkan rasa rindu Tuhan pada diri kita yang hina ini? Dalam
Alkitab ada satu tokoh yang dapat kita teladani tentang hal kerinduan.
Tokoh ini adalah Raja Daud.
Mzm 63:2
"Ya Allah, Engkaulah
Allahku, aku mencari Engkau , jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu
kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair."
Ya,
lihat saja apa yang Raja Daud katakan, Ia rindu kepada Tuhan dan
melakukan tindakan yaitu mencari-cari Tuhan seperti tanah yang
benar-benar membutuhkan air. Lihat saja, kitab yang ditulisnya yaitu
kitab Mazmur adalah Kitab yang paling banyak memiliki pasal (150 pasal)
dan dengan jumlah ayat paling banyak (2461 ayat). Raja Daud sungguh
benar-benar menunjukkan kerinduanNya pada Tuhan.
Marilah kita
belajar untuk rindu kepada Tuhan, untuk mengasihiNya setulus hati. Yang
membuat kita merasakan sesuatu yang kurang ketika tidak membaca
FirmanNya, ketika kita tidak berdoa, ketika kita tidak ke gereja, dan
ketika kita tidak melakukan FirmanNya.
Mzm 42:2
"Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah."