Skip to main content

tak perlu setiap saat berada di sisi Bapa..

tak perlu 24 jam bersama Bapa..

tak perlu makan dengan rutin bersama Bapa..

tak perlu menunggu hingga larut malam untuk bertemu dengan Bapa..

tak perlu melakukan segala sesuatu bersama Bapa setiap saat, setiap waktu..

tak perlu diberi segala kepercayaan oleh Bapa,..

tanpa kita mengenal Bapa...

tanpa kita mengerti siapa Bapa,..

tanpa kita tahu siapa Bapa kita,..

tanpa ada hubungan yang sebenarnya dengan Bapa..

 

 

selama ini, kita menjadi seorang anak,..

namun apakah kita benar-benarmenjadi seorang 'putra' buat ayah kita????

mungkin kita memang memiliki waktu yang banyak bersama Ayah, selalu bersama dengan dia, selalu makan bersama, menghabiskan waktu bersama, setiap hari bersama, pokonya kesaannya kita deket banget dengan dia,..

namun, apakah semua itu benar-benar hubungan ayah dan anaknya yang terjalin??

apakah kita benar-benar mengenal siapa Bapa kita?? benar-benar memahaminya dan memperlakukannya sebagai seorang Bapa??

atau kita hanyalah menjalani hari-hari bersama Bapa hanya sebagai sebuah rutinitas??seperti robot yang terus berjalan, bekerja, tanpa melibatkan hati dan kepekaan sama sekali??tanpa menggunakan pengertian sama seklai??

 

dari kisah si bungsu yang hilang,..

kita belajar banyak,..

di akhir kisahnya, justru si anak sulung lah yang terhilang. padahal si sulung yang setiap kali setiap saat selalu bersama dengan Bapa,..dia yang selalu makan bersama Bapa, bekerja bersama Bapa, melakukan segala sesuatu bersama dengan Bapa, menghabiskan harinya bersama dengan Bapa. semuanya serba bersama dengan Bapa,..

namun ketika adiknya kembali, dia berubah. bahkan marah, dan  nggak mau untuk mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh Bapanya. dan mengambil keputusan untuk pergi meninggalkan Bapanya. padahal, selama dia bersama dengan Bapanya, seluruh harta milik Bapanya, juga menjadi miliknya.

sikap yang ditunjukkan si sulung menunjukkan kalau dia tidak mengenal Bapanya. dia tidak memahami sifat Bapanya, setiap hal tentang Bapanya, ternyata tak diketahuinya sama sekali.

 

 

apakah kita juga seperti itu??

apakah kita hanya seorang putra yang dekat secara fisik saja dengan Bapa kita? namun sama sekali tidak mengenal siapa Bapa kita sebenarnya??

 

 

dari kisah si bungsu dan sulung ini, aku benar-benar dididik Tuhan tentang hubunagnku dengan Papi,..

bagaimana sebenarnya aku harus bersikap, bagaimana seharusnya aku manjadi seorang putra, bagaimana sebenarnya hubungan yang benar, yang seharusnya terjalin antara aku dan Papi,..

bukan dekat secara fisik, namun juga dekat secara hati dan roh,..

 

 

GBU All..^^

semoga bisa jadi bahan perenungan bersama untuk bisa menjadi lebih baik sebagai seorang Putra,..

bukan hanya dengan bapa jasmani maupun rohani, tapi juga hubungan kita dengan Bapa di Sorga...Innocent

Topik