Skip to main content


Rasa bersalah adalah suatu perasaan yang timbul pada saat ada jurang
pemisah yang besar antara apa dan siapakah kita seharusnya menurut
pemikiran kita.

Rasa bersalah ini dapat disebabkan oleh karena
kita melakukan kesalahan, misalnya tidak bisa menyenangkan orang lain
atau merasa tidak sempurna. Perasaan ini pun dapat muncul saat kita
melakukan hal yang berdosa atau merugikan diri sendiri dan orang lain.

Rasa
bersalah
itu memiliki efek positif dan negatifnya.  Efek positifnya
yaitu kita sadar dan mengakui kita bersalah sedangkan efek yg negatif
adalah permasalahan emosi yang tidak stabil dan bahkan dapat juga
menghambat pertumbuhan kerohanian seseorang.

Sebab pergumulan
kita dengan rasa bersalah kadangkala berasal dari iblis. Dikatakan
bahwa iblis menuduh pengikut Allah siang dan malam (Wahyu 12:10)
Oleh karena itu
sangat penting untuk mengetahui reaksi yg tepat saat mengalami rasa
bersalah yang negatif atau yang merusak.

Langkah- langkah yg
dapat diambil yaitu :
1.
Mengetahui apakah rasa bersalah yang dialami benar2 nyata atau dibuat
buat. Nyata berarti
rasa bersalah akibat dosa yg telah kita lakukan
bukan hal- hal yang hanya perasaan belaka.

Salah satu hal yg
penting kita ketahui sebagai orang Kristen yaitu kita seharusnya dapat
membedakan antara kesalahan dengan dosa.
Dosa ialah suatu pilihan
untuk melawan kehendak Allah, sedangkan kesalahan biasanya suatu
tindakan yg secara tidak sengaja kita lakukan.

2. Akuilah
jikalau itu benar2 tindakan yang berdosa, karena Allah menyediakan
pengampunan bagi setiap orang yang mengakui dosanya , sebab Allah tidak
menuntut kehidupan yang sempurna tapi lebih kepada hati yang hancur
yang datang kepadaNYA (Mazmur 34:19).

Tapi perlu kita ketahui
juga bahwa pengampunan itu tidak boleh membuat kita menjadi seenaknya
melakukan dosa lalu minta ampun. sebab Tuhan tidak membiarkan diriNYA
dipermainkan oleh kita (manusia). Adakalanya orang benar jatuh tetapi
ia tidak membiarkan dirinya diam dalam kejatuhannya, tetapi ia bangkit
dan meminta ampun pada Tuhan.

3. Lakukan pembaharuan dalam
pemikiran kita yaitu tentang penerimaan diri sendiri. Kita perlu
menerima kemanusiaan kita yang memang tidak sempurna.
Roma 3:23
berkata karena semua orang telah kehilangan kemuliaan Allah (ini
berarti tidak ada satupun manusia yang sempurna dihadapan Allah, hanya
Tuhan sajalah yang sempurna dan tak terbatas), tetapi sebagai anak2
Tuhan kita juga harus memiliki hati untuk mau terus disempurnakan Tuhan
dari hari keharinya. Berusaha untuk hidup benar walaupun dalam
keterbatasan kita.

4. Percaya seutuhnya akan janji Allah bahwa
manusia baru kita akan
terus diperbaharui (Kolose 3:10)
dan
diubahkan oleh pengenalan kita akan Kristus melalui proses dari waktu
ke waktu sehingga kita menjadi serupa dengan gambaran pencipta kita.
Kita
bukan
hanya percaya , tapi juga benar- benar mempercayakan diri kita
sepenuhnya pada janji- janji Allah yang kekal dan pasti tergenapi. Amin.

So,
jika kita merasa bersalah ingatlah MAPP--->
Mengetahui, Akuilah,
P
erbaharui pikiran, dan Percaya seutuhnya.

HAPPY DAY
God
bless our life today, tomorrow, and forever....
^^,