Skip to main content

sahabatku, aku bukan orang yang mampu bersahabat alias agak introvert.... baru 2 tahun ini aku mencoba terbuka sedikit..

apakah sahabat memandang agama? aku punya beberapa sahabat..

GSM berkata: jangan dengar nasehat orang yang tidak kenal Tuhan.

bagaimana jika aku bersahabat dengan mereka? kadang malah mereka lebih mampu dipercaya dibanding yang seagama..

sahabatku, yang benar benar sejati baru 2 yang kutemukan, 1 seagama, 1 berbeda agama.

padahal sahabatku itu mungkin ada sekitar 10an, dan banyak diantara mereka yang seagama..

sahabat, apakah sahabat yang dikatakan sejti itu bisa berbeda keyakinan?

sahabat, apakah akan langgeng bila kita berbeda agama?

selama ini kita saling menghormati, selama ini kita saling menghargai

terutama sahabat yang berbeda keyakinan.. kenapa kadang engkau lebih baik dari yang seagama?

yang seagama belum tentu saling menghormati, entah faktor apa yang mempengaruhi mereka sehingga perkataan mereka dari otak langsung ke mulut

alias ceplas ceplos...

sahabatku, cuma ini yang ada di pikiranku tentang sahabat.

I hope we can be better...

 -raissa-

 

catatan.. kok tulisannya bisa ke samping yah nggak otomatis kebawah waktu panjangnya melebihi box??

Topik