Aku masih bersekolah di tingkat SMP. Sekarang aku masih duduk di kelas 1 SMP. Sekolahku SMPK 1 BPK Penabur Bandung.
Salah seorang temanku di sekolah, sebut saja si A, adalah anak yang telah mengenal Yesus sejak kecil. Sedangkan temannya, si B, adalah anak yang baru mengenal Yesus. Mereka tidak saling kenal, tapi akau kenal dua-duanya. Si A lahir dari keluarga yang berkelimpahan. Si B lahir dari keluarga sederhana sama sepertiku.
Tapi, kelakuannya itu lho. Si A tidak mencerminkan orang Kristen. Di sekolahku, anak yang melakukan pelanggaran berat akan dikenakan sanksi yaitu SP-1. Kedua orang tua si anak harus menandatangani SP tersebut. Setelah SP-1, ada SP-2. Setelah ada SP-2, ada SP-3. SP-3 berarti D0. Si A ini seangkatan denganku. Baru 6 bulan sekolah, ia sudah dikenakan SP-3. Pelanggaran pertama adalah memecahkan kaca sekolah dengan sengaja. Kedua adalah setelah dijahili temannya, ia langsung menendang ,maaf, *anu* temannya tersebut hingga ia menangis kesakitan. Ketiga, ia memukuli KM kelasnya yang memasukkan namanya ke buku pelanggaran karena tidak membawa buku pelajaran tertentu. Waktu aku menanyakan ke gerejanya, dia memang suka bolos. Duit persembahan dipake jajan.
Si B, sampai saat ini namanya belum pernah tercatat di buku pelanggaran. Aku saja yang notabene lebih baik peringkatnya di kelas, pernah tercatat 3 kali di buku pelanggaran. Juara 1 di kelasku pun pernah membuat 2 pelanggaran. Orangtuanya masih Budha. Anaknya baik, suka membantu. Di gerejanya pun dia aktif menjadi singer dan pemain musik.
Kalian pilih yang mana, mau menjadi si A atau si B ? Pilihan kembali ada di tangan para pembaca.
Have a nice day!