Pelayanan
Mengapa Susah Mengampuni?
Ditulis oleh: Lidya
Shalom Teens! Nama saya Lidya. Kali ini saya akan memaparkan sesuatu yang sebenarnya, bukan sebenarnya sih, tapi sering menjadi gejolak dalam hati dan pikiran kita. Berkaitan dengan hal mengampuni, aku punya pertanyaan pembuka nih sebelum kita masuk lebih dalam, Sulitkah mengampuni dan mengapa, kita para generasi muda merasa perlu memberi pengampunan?
Pendeta John Wesley
Suatu ketika dulu ada seorang pendeta muda yg baru saja menamatkan kuliahnya di sekolah tealogia & dihantar ke sebuah gereja methodist di London.Dia begitu teruja saat berada di sidang itu soalnya saat memeriksa jumlah jemaat semuanya 250 orang.Tetapi saat hari minggu menjelang,yg hadir ke gereja hanya 25 orang dari waktu ke waktu,sehingga pada suatu saat pendeta muda ini mendapat idea yaitu "membeli sebuah peti mati",karna usahanya tidak membuahkan hasil "berkunjung dari rumah ke rumah".
Perumpamaan bagi sebuah Pelayanan
Kita umpama emas yg sangat berharga di mata Tuhan & kita juga umpama nelayan yg terus berusaha menangkap ikan di laut,pelayanan kita umpama jala atau pukat serta jiwa2 yg tersesat umpama ikan di laut.Kita sentiasa akan terus berusaha menjalakan jiwa2 yg masih tersesat di dunia ini tanpa berputus asa & setiap pelayanan harus memiliki kuasa doa agar ia mjadi sebuah pelayanan yg sangat berarti di mata Tuhan.
Kesempatan Melayani
Saat kumulai sadar adakah aku bisa radikal bagi Tuhan dalam hidupku & aku mulai bertanya pada diri kusendiri adakah aku banar2 dipakai oleh Tuhan dalam pelayananku.Aku merasa sangat jauh dari Tuhan pada suatu ketika & aku mencoba sedaya upayaku mendekatkankan diriku dengan Tuhan saatku lemah dalam pecobaan.Aku menyadari bahwa kekuatanku tidak setanding orang2 yang benar teguh & berpegang pada janji Allah.Aku sungguh2 merindukan pekerjaan Roh Kudus dalam gereja & membangunkan generasi muda yang masih terlelap mata rohaninya.